Sekian puluh tahun berlalu, Rano kecil beranjak dewasa. Rano bersama teman-temannya, Dicky, Ocha dan Popi, meneruskan kuliah di Bandung. Mereka sepakat tinggal bersama di satu rumah kontrakan di Jalan Bauk Reksa, Bandung. Tanpa disengaja, takdir telah mempertemukan Rano dengan kediaman masa lalu dia bersama keluarganya yang pernah tinggal di rumah itu. Namun Rano tak sepenuhnya ingat, karena kala itu dia masih berusia dua tahun saat harus meninggalkan rumah tersebut dan terpisah dari keluarganya. Sejak saat itu Rano diasuh dan dibesarkan oleh neneknya, Widya (Suzzanna).

Mengawali hari pertama pindah mereka pun berbenah. Namun ada satu hal yang janggal di rumah itu. Sebuah Ambulance tua berbalut terpal lusuh parkir di halaman rumah. Si empunya rumah berkilah itu hanya Ambulance peninggalan kakeknya yang semasa hidup bekerja sebagai supir mobil Ambulance. Sedangkan rumor yang berhembus kuat di masyarakat menyebutkan bahwa Ambulance itu merupakan Ambulance Setan. Pada malam-malam tertentu Ambulance tersebut berjalan tanpa ada pengemudinya berkeliling di sekitar jalan Bauk Reksa.

Dan ternyata rumor warga tentang Hantu Ambulance bukan isapan jempol belaka. Semenjak Rano dan teman-temannya tinggal di rumah itu, teror-teror ghaib dan mengerikan kerap mereka alami. Terutama Ambulance yang berjalan sendiri tanpa ada pengemudinya. Rumah itu ternyata menyimpan banyak kisah masa lalu yang suram. Dan terlebih lagi, menyimpan kutukan makhluk ghaib yang memburu nyawa manusia sebagai tumbal pesugihan yang tertunda.

Di tengah teror Hantu Ambulance yang membabibuta, Rano kerap dihantui anak perempuan kecil dengan wajah penuh luka bakar tersenyum menyeringai. Kilasan-kilasan memori masa lalu Rano di rumah itu pun kian menguat sejak pemunculan Hantu perempuan itu. Rano merasa mengenal sosok hantu perempuan tersebut. Seperti de’javu.

Dari penggalan-penggalan kisah masa lalu yang mulai terkuak, Rano memohon kepada Widya untuk sudi bercerita dan menyibak tabir misteri masa lalu Rano dan kaitannya dengan teror di rumah itu. Terungkap sudah masa lalu keluarga Rano nan kelam yang selama ini ditutup rapat oleh Widya. Rano amat sedih dan kecewa, karena teman-temannya harus jadi korban amarah mahluk ghaib yang dendam pada keluarga Rano. Dicky bahkan harus meregang nyawa saat hendak memusnahkan Ambulance terkutuk itu. Rano pun bertekad mematahkan kutukan itu dengan caranya sendiri meski harus bertaruh nyawa.

Benarkah keluarga Rano pernah bersekutu dengan setan hingga menyulut teror ghaib di rumah itu? Apakah benar Rano merupakan tumbal yang terlewat dari pesugihan orang tuanya? Mampukah Rano mematahkan kutukan Hantu Ambulance dan menyelematkan teman-temannya dari ancaman Hantu Ambulance?

Setelah sukses menutup tahun 2007 dengan “Film Horor”, Indika Entertainment kembali mengangkat genre horor sebagai tema cerita di awal 2008 ini. Diproduseri oleh Shankar RS B.Sc., Hantu Ambulance akan menceritakan & menyuguhkan bagaimana awalnya mitos Ambulance itu menjadi mobil angker lengkap dengan kejadian-kejadian mistis yang pernah terjadi. “Lewat Hantu Ambulance Saya tidak hanya menawarkan tema urban legend yang fresh dan menarik tetapi juga akan memanjakan mata penonton dengan akting Suzzanna, sang ratu horor yang akan kembali berakting di layar lebar” tegas Shankar, Produser yang selalu sukses dengan film-film horornya. Film besutan sutradara bertangan dingin, Koya Pagayo ini diperkuat oleh Suzzanna, Clift Sangra, Dimaz Andrean, Ratna Galih & Fitri Ayu. Nantikan… Hantu Ambulance di seluruh bioskop Indonesia pada tanggal 21 Februari 2008.